My readers

Sunday, July 11, 2021

Jarak teristimewa

Bulan bintang terang bersinar,

Halus angin sepoi yang tidak terbalas,

Bisikan ombak menemani saat malam tidak didengar,

Menemani hari tanpamu yang sungguh hingar.


Pertemuan ini mungkin satu persingahan,

Untuk kita mencipta memori abadi,

Mengukir namaku setiap dalam puisi,

Demi mengabdikan diriku dalam hidup matimu.

 

Terima kasih atas kesudian mencipta memori bersama. Walau langit tidak selalu cerah, walau bulan tidak sering indah, walau bintang sering sembunyi di sebalik awan namun setiap langkah dan bibit sering ditemani angin bayu.

Segala memori dicipta dan dirakam dengan senyuman setiap saat memandangmu dan temanmu.
Coretan ini menjadi pengganti diri,
Untuk kamu meneruskan hidup dengan senyum ceria-Mu.
Untuk kamu hidup lebih baik dari sebelumnya.
Kenangan yang dicipta akan aku abdi di dalam coretan hati yang disimpan rapi dalam hatiku.

 Yang menyayangimu,

Alia.

Are you doing OK?

 

Honestly, I don’t know if I'm doing OK or not. Ada mkanan di atas meja, ada gaji di akhir bulan, dan ada seegala kelengkapan untuk meneruskan hidup. Whenever, someone asked me if I'm doing OK or not. I'm confused as well. I'm OK but I'm not OK as well?

I'm forcing myself to be OK because I'm counting on the blessing that I received.

Catatan hati;

Merindui ibu bapa ku yang kian tua dek waktu.

Missing my random travelog journey. Gaining experiences across the globe.

I miss every bit of everything about my life before 2019.

Stay strong and #KitaMenangBersama